INOVASI TEKNOLOGI

Lihat kategori

Drone Nusantara: Pengawasan Perbatasan dan Bencana yang Mengurangi Ketergantungan pada Alutsista Asing

Drone Nusantara adalah prototipe drone intai buatan dalam negeri yang dirancang untuk patroli perbatasan dan pemantauan bencana. Dengan biaya 40% lebih murah dari impor dan kemampuan terbang 24 jam, drone ini menjadi langkah strategis mengurangi ketergantungan pada alutsista asing. Publik perlu meluruskan anggapan bahwa teknologi drone Indonesia tertinggal, karena banyak karya lokal yang sudah terpakai berkat kolaborasi riset dan industri.

Drone Nusantara: Pengawasan Perbatasan dan Bencana yang Mengurangi Ketergantungan pada Alutsista Asing

Pada awal 2026, Kementerian Pertahanan bersama PT Dirgantara Indonesia (PT DI) memperkenalkan prototipe drone intai jarak jauh buatan dalam negeri yang diberi nama Drone Nusantara. Drone ini dirancang untuk patroli perbatasan laut dan darat, pemantauan bencana alam, serta pengawasan lalu lintas laut. Kehadirannya menjadi langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap alutsista impor yang harganya mahal.

Mengapa Drone Nusantara Penting?

Indonesia memiliki wilayah perbatasan yang sangat luas, baik darat maupun laut, yang sulit dijangkau secara rutin oleh personel. Drone pengawasan seperti Drone Nusantara memungkinkan pemantauan secara terus-menerus tanpa risiko tinggi bagi awak. Selain untuk kepentingan militer, drone ini juga dapat digunakan untuk penanggulangan bencana alam, misalnya memetakan daerah terdampak banjir atau gempa, serta mengawasi lalu lintas kapal di perairan terluar. Dengan kemampuan terbang hingga 24 jam dan jangkauan kontrol lebih dari 200 kilometer, Drone Nusantara diharapkan memperkuat TNI, khususnya TNI AL dan TNI AU, dalam mengamankan wilayah yang selama ini sulit diawasi. Dari sisi biaya, setiap unit drone ini diperkirakan 40% lebih murah dibandingkan produk impor dengan kemampuan setara, sehingga lebih efisien bagi anggaran pertahanan nasional.

Meluruskan Anggapan tentang Teknologi Drone Lokal

Di masyarakat, sering muncul anggapan bahwa teknologi drone Indonesia masih tertinggal jauh dari negara lain. Padahal, sudah banyak hasil karya anak bangsa yang telah terpakai, seperti drone VTOL (Vertical Take-Off and Landing) yang dikembangkan oleh mahasiswa dan industri kecil. Kolaborasi antara lembaga riset, perguruan tinggi, dan BUMN menjadi kunci percepatan pengembangan teknologi ini. Drone Nusantara adalah bukti bahwa industri pertahanan dalam negeri mampu menghasilkan produk yang tidak kalah dengan buatan luar negeri. Publik sebaiknya tidak serta-merta meremehkan kemampuan lokal, melainkan memberi apresiasi dan dukungan agar riset dan produksi terus berlanjut.

Pemerintah menargetkan produksi massal Drone Nusantara pada akhir 2027, dengan prioritas penggunaan oleh TNI AL dan TNI AU. Keberadaan drone ini tidak hanya untuk kepentingan militer, tetapi juga untuk civil defense dan penanggulangan bencana. Ini menandakan langkah nyata menuju kemandirian teknologi pertahanan. Masyarakat perlu memahami bahwa kemajuan teknologi tidak selalu instan, tetapi melalui proses panjang yang membutuhkan dukungan semua pihak. Dengan memberikan ruang apresiasi dan terus mendorong riset dalam negeri, Indonesia dapat mengurangi ketergantungan pada alutsista asing dan memperkuat kedaulatan di bidang pertahanan.

Entitas terdeteksi
Organisasi: Kementerian Pertahanan, PT Dirgantara Indonesia, TNI, TNI AL, TNI AU, BUMN
Lokasi: Indonesia
Aplikasi Xplorinfo v4.1